Rizky_Error
Minggu, 08 Februari 2015
Jumat, 28 November 2014
Senin, 03 November 2014
Makalah Tentang Konflik Sosial
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Puji syukur alhamdulillah
penulis haturkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
nikmatnya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik insya
allah. Shalawat beserta salamnya penulis haturkan kepada nabi besar muhammad
SAW yang telah membawa ummat manusia dari alam kebodohan menuju alam
pengetahuan islam dan semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya di dunia dan kelak
di akhirat. Amien
Penulis menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan tulisan ini akibat terbatasnya
kemampuan penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis sangat
mengharapkan adanya kritik ataupun saran guna penyempurnaan tugas-tugas
selanjutnya. Dan dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana kami
menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam
pembuatan makalah ini, dan semoga dengan selesainya makalah ini bisa berguna
dan bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kita sebagai makhluk sosial yang melakukan interaksi dengan
masyarakat yang ada di sekitar kita pasti pernah mengalami suatu pertentangan
atau perbedaan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Pertentangan ini
yang nantinya akan menjadi sebuah konflik yang jika di biarkan akan menjadi
sebuah masalah yang membesar. Kita sebagai masyarakat tidak bisa menghindari
adanya konflik yang pastinya akan terjadi di kehidupan kita. Namun di arus
globalisasi seperti saat ini masyarakat telah menjadikan konflik sebagai suatu
kebiasaan yang sering di lakukan. Hal tersebut terjadi karena masyarakat saat
ini tidak bisa menyikapi perbedaan – perbedaan dengan baik, sehingga setiap ada
perbedaan pasti akan menjadi masalah yang sulit untuk di atasi.
B.
Rumusan masalah
a. Apa yang dikatakan
konflik...?????
b. Apa faktor penyebab
konflik...?????
c. Konflik seperti apa yang sering terjadi di
masyarakat...?????
d. Bagaimana kita menyikapi hal
tersebut dan cara untuk menyelesaikannya...?????
C.
Tujuan
a. Untuk mengetahui apa yang di
katakan konflik
b. Untuk mengetahui faktor
penyebab konflik
c. Untuk mengetahui contoh
konflik yang sering terjadi di masyarakat
d. Untuk mengetahui bagaimana
kita menyikapi konflik tersebut dan cara untuk menyelesaikannya
e. Dan makalah
ini di buat Untuk mendapatkan nilai sosiologi
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian konflik
Konflik berasal dari bahasa latin conflique, yang artinya
saling memukul. Jadi, konflik adalah pertentangan atau perbedaan antaradua
kekuatan yang di sertai dengan intimidasi dan kekerasan untuk saling menguasai.
Berikut beberapa pengertian konflik menurut para ahli:
1.
Soerjono soekanto
Konflik merupakan suatu proses sosial
dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan
menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau bahkan kekerasan.
2.
Berstein
Konflik merupakan suatu pertentangan
atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konfik ini mempunyai potensi yang
memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi sosial.
3.
Gillin dan gillin
Konflik sebagai bagian dari proses
interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya konflik adalah bagian
dari proses yang terjadi karena adanya perbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan,
dan perilaku. Dengan kata lain, konflik adalah salah satu proses interaksi
sosial yang bersifat asosiatif.
Sehingga
dapat di simpulkan bahwa konflik adalah suatu perbedaan yang pasti terjadi di
dalam kehidupan masyarakat.
B.
Faktor penyebab terjadinya
konflik
Secara umum, faktor penyebab terjadinya konflik sosial adalah sebagai
berikut:
1.
Perbedaan antarindividu yang meliputi perbedaan pendirian dan
perasaan
2.
Perbedaan kebudayaan
3.
Perbedaan kepentingan antarindividu atau antar kelompok
4.
Situasi yang saling bertolak belakang atau kesenjangan
5.
Perbedaan cara mencapai tujuan
6.
Ketidaksamaan status
7.
Adanya perubahan sosial yang cepat dan mendadak dalam
masyarakat
C.
Contoh konflik yang sering
terjadi di dalam masyarakat
Sudah menjadi fenomena yang terjadi saat ini kebanyakan masyarakat tidak
bisa menyikapi dengan benar perbedaan yang terjadi di sekitarnya, sehingga
perbedaan-perbedaan tersebut dapat memicu terjadinya konflik.
Secara umum
bentuk-bentuk konflik bisa di klasifikasikan menjadi 5 macam yaitu:
1.
Konflik pribadi / individu
2.
Konflik kelas sosial / integral sosial
3.
Konflik rasial / integral suku
4.
Konflik politik / integral politik
5.
Konflik internasional
Biasanya konflik terjadi hanya karena masalah kecil yang di
besar-besarkan dari yang asalnya antar individu menjadi antar kelompok. Karena
memang dalam masyarakat sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa di
tinggalkan. Jadi jangan heran kalau masyarakat sering bekonflik dan memang di
indonesia terdapat banyak perbedaan. Baik perbedaan suku, agama, ras, etnis,
dan lain sebagainya.
Faktor terbesar penyebab terjadinya konflik adalah perbedaan
kepribadian antar indiviu. Biasanya yang menjadi sumber konflik adalah
perbedaan pendirian dan perasaan. Setiap manusia adalah individu yang unik,
artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda antara
yang satu dengan yang lainnya. Saya angkat sebuah contoh pertunjukan musik
dangdut yang di adakan di pemukiman warga, tentu perasaan setiap warganya akan
berbeda-beda, ada yang merasa terhibur, dan ada yang merasa terganggu karena
berisik. Yang pastinya warga yang merasa terganggu menganggap bahwa pertunjukan
tersebut hanya membuat masalah terhadap dirinya.
Konflik sosial sebenarnya banyak contohnya. Namun saya akan
mengambil contoh yang memang sudah lazim atau sering terjadi di dalam kehidupan
masyarakat. Seperti tawuran antar geng motor, hal ini sudah menjadi tradisi di
kalangan anak muda. Kalau seumpamanya ada salah satu anggota geng motor Y lewat
di area wilayah geng motor X tanpa mengelakson maka geng motor X menganggap
orang tersebut mencari gara-gara dan harus segera di atasi. Kalau geng motor X
bertemu dengan orang yang tidak mengelakson tadi pasti orang tersebut akan di
hajar atau di pukuli. Yang pasti orang tesebut akan melappor ke teman-teman di
geng motornya kalau dirinya telah di kroyok oleh geng motor X. Dan yang pasti
teman-temannya tidak terima salah satu temannya ada yang di keroyok. Sehingga
mereka mendatangi geng motor X untuk membalaskan dendam temannya dengan cara
berkelahi. Kalau seumpamanya mereka kurang puas pasti mereka akan melampiaskan
di tempat lain, seperti di saat pertunjukan musik dangdut atau yang biasa di
kenal dengan sebutan orkes.pasti mereka akan berbuat rusuh di sana karena
memang sudan ada dendam sebelumnya. Sehingga yang asalnya masalah kecil menjadi
besar karena mereka berprinsip masalah kecil harus di besar-besarkan dan setiap
perbedaan harus di selesaikan dengan berkonflik.
Namun yang lebih ironis lagi adalah tawuran antar pelajar.
Tawuran yang memiliki arti perkelahian yang melibatkan banyak orang. Dan
pelajar yang berarti orang yang sedang belajar. Sehingga dapat di simpulkan
bahwa tawuran pelajar adalah perkelahian yang di lakukan oleh sekelompok orang
yang mana perkelahian tersebut di lakukan oleh orang yang sedang belajar.
Tawuran antar pelajar sudah tidak asing lagi di telinga kita,
karsna hampir setiap hari ada pemberitaan tentang kasus-kasus tawuran. Tawuran
yang berkaitan dengan tindak kekerasan sudah biasa terjadi di kalangan pelajar
yang berpredikat sebagai generasi bangsa yang akan mengambil alih ke pemimpinan
nantinya. Apa bila mereka sudah terbiasa dengan tindak kekerasan bagaimana
jadinya bangsa kita nantinya.
Tawuran antar pelajar tidak bisa di anggap enteng, karena
tawuran pelajar sekarang ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar namun sudah
merembet ke perdesaan. Permasalahan remeh antara individu dengan individu yang
berlanjut menjadi perkelahian massal menggunakan senjata tajam , senjata api,
dan lain sebagainya.
Contoh kecilnya adalah terkena senggol saat berada dalam
angkutan umum. Kebanyakan pemuda sekarang menggunakan prinsip ‘’Senggol-Bacok’’
senggol sedikit langsung di bacok. Jadi tidak usah heran kalau hanya menyenggol
sedikit bisa berakibat fatal. Walaupun yang berkonflik hanya satu orang
biasanya yang lain akan ikut membantu, dengan alasan rasa persaudaraan yang
tinggi. Itu semua terjadi akibat ke tidak stabilan emosi para generasi muda
yang cendrung mudah marah, egois, frustasi, sulit mengendalikan diri dan tidak
peka terhadap lingkungan sekitar yang bisa mendorong mereka melakukan aksi
tawuran.
Konflik sosial tidak hanya terjadi di kalangan pemuda saja
namun juga terjadi di kalangan petua atau orang dewasa. Seperti contohnya ada
seorang pecangkul sebut saja messi yang mendapat job untuk mencangkul lahan
seorang patani yang namanya aliando. Namun ada seorang petani lainnya yang
bernama Diego menyuruh messi untuk mencangkul lahannya pada hari yang sama. Dan
messi tidak mau mengambil job tersebut karena berbarengan dengan job pak
aliando. Sehingga pak diego tidak terima hal tersebut dan pergi ke dukun untuk
menyihir messi agar perutnya menjadi kembung. Hal tersebut sudah termasuk
contoh konflik yang sering terjadi di masyarakat.
Dah konflik tidak hanya terjadi di
kalangan masyarakat bawah saja, tetapi juga terjadi di kalangan petinggi Negara
seperti konflik yang terjadi antara kubu koalisi merah putih dan koalisi
Indonesia hebat. Sampai-sampai di Indonesia saat ini terdapat 2 (dua)
ketua DPR yang masing-masing berasal dari kubu koalisi merah putih dan
koalisi Indonesia hebat. Hal tersebut terjadi akibat perebutan kekuasaan
di Indonesia. Hal tersebut sangat tidak baik, karena orang-orang yang ada di
dalamnya bukanlah orang-orang yang tidak berpendidikan namun perbuatan mereka
sama seperti orang-orang yang tidak pernah mengenyam yang namanya pendidikan. Seharusnya
mereka memberi contoh yang baik terhadap masyarakatnya bukan malah mengajari
berkonflik. Hal tersebut sangat tidak baik untuk di tiru dan sebaiknya kita
tinggalkan saja.
D.
Cara menyikapi dan
menyelesaikan konflik tersebut
Kita sebagai pemuda yang berpendidikan tidak boleh mempermasalahkan
masalah yang tidak penting. Yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kita harus membuat perbedaan menjadi pemersatu kita sebagai masyarakat yang
baik. Cara menyelesaikan masalah tersebut di lihat dari keberadaan pihak ke
tiga sebagai penengah:
1.
Konsiliasi
Di dalam bentuk pengendalian ini,
konflik di selesaikan melaluisebuah lembaga. Tidak sembarang lembaga dapat
berperan dalam konsiliasi.
2.
Mediasi serupa dengan konsiliasi, mediasi pun menunjuk pihak
ke tiga sebagai penengah. Hanya saja yang membedakan adalah dalam mediasi ini
pihak yang berkonflik tidak harus melaksanakan apa yang di katakan oleh pihak
ke tiga. Jadi, dalam hal ini mediator hanya memberikan saran, pendapat, dan
pandangan mengenai bagaimana konflik dapat di selesaikan.
3.
Arbitrasi
Dalam pengendalian arbitrasi dapat di
contohkan seperti di dalam pertandingan sepak bola, selalu ada seorang wasit
yang keputusannya harus di patuhi oleh seluruh pemain dari kedua tim yang
bermain. Begitu pula dalam pengendalian konflik dengan cara arbitrasi. Ada
pihak ke tiga yang bertindak sebagai wasit. Setiap ke putusannya harus di taati
oleh pihak yang berkonflik.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
manusia sebagai makhluk sosial selalu
berinteraksi dengan sesama manusia, ketika berinteraksi dengan sesama manusia
selalu di warnai dua hal yaitu: konflik dan kerjasama. Dengan demikian konflik
merupakan bagian dari kehidupan manusia, karena itu tidak ada masyarakat yang
steril dari realitas konflik.
B.
SARAN
Konflik sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Namun apabila
kita sikapi dengan baik maka konflik tersebut dapat memberikan masukan yang
baik terhadap kehidupan. Oleh karena itu, apabila terjadi konflik hendaknya
kita menyelesaikan dengan baik agar tidak terjadi konflik yang berkelanjutan
antara pihak-pihak yang berkonflik. Setiap perbedaan pasti ada tinggal
bagaimana kita menyikapinya.
demikianlah makalah tentang Konflik Sosial.... anda bisa menghubungi saya di 085940790007
Langganan:
Komentar (Atom)